Sekitar sepuluh tahun yang lalu, rumah baru keluarga kami selesai dibangun. Keluarga kami juga membangun kolam ikan sebagai hobi dan hiasan. Saya dan kakak saya suka memelihara ikan hias termasuk tanaman hias air yang mengapung diatasnya. Terasa menarik, dilain pihak tanaman hias air dapat menggunakan pupuk yang berasal dari kotoran si ikan. Si ikan juga mendapat manfaat yang sedemikian besar dengan mendapat pasokan oksigen dan makanan yang berasal dari tanaman air tersebut. Maka terjadilah simbiosis mutualisme antara keduanya.


Sayangnya hal serupa tidak terjadi di selokan. Tahu alasannya?

Tidak ada tanaman air disana, yang mau menguraikan sampah sisa manusia. Tanaman kena air sabun saja kemungkinan besar mati, apalagi hanyalah tanaman air. Walaupun usia kami masih remaja, terkadang kami berpikir keras, soalnya bapak merupakan bekerja di bidang kesehatan lingkungan. Tentu kami tidak akan membiarkan bau air selokan menguap begitu saja ke kamar kami.

Otak kami berputar-putar, mencoba mencari ide kreatif terhadap masalah sepele ini layaknya detektif. Selidik-selidik, coba lihat tanaman air yang ada di kolam. Ada dua jenis tanaman air yang ada dikolam lele saya. Tanaman hias apu-apu dan eceng gondok yang dianggap sebagai gulma.

Pilihan pertama kami jatuh pada eceng gondok. Bukan karena saya jatuh cinta pada bunganya yang indah dan dinikmati dalam sehari, tetapi kemampuannya menyerap polutan berbahaya di air. Air selokan kami hanya nampak seperti kolam kecil yang mungkin hanya untuk tempat berenang katak. Tidak cocok dihuni ikan. Dinding dan dasarnya terbuat dari tanah yang memungkinkan tanah mampu menyerap air yang berasal dari kola ini.

Akhirnya kami memutuskan untuk menanam  tiga tanaman eceng gondok kekolam ini. Tentu tidak bersusah payah menggali selokan ini, karena eceng gondok merupakan tanaman air yang mengapung. Akarnya dapat mencari sendiri nutrisi yang berasal dari air.




Baru kemudian sekarang ini baru sadar kalau apa yang kami berdua lakukan disebut sebagai Ecotech Garden. Ecotech Garden (EGA) diterapkan sejak tahun 2005, dari sumber pustaka Puslitbang Sumber Daya Air Kementrian PU dilakukan dengan membelokkan aliran selokan yang tercemar grey water ke salah satu pekarangan dan menanaminya dengan aneka tanaman hias air. Ide yang sama dengan kami punya ternyata.

Apa itu Grey Water?
Grey Water itu sama saja disebut air comberan, selokan atau macam-macam istilah untuk menyebut namanya. Grey water terbentuk karena terjadi dekomposisi zat organik yang memerlukan oksigen terlarut, sehingga dapat menurunkan kandungan oksigen terlarut dalam air limbah, ditandai dengan air limbah kehitaman, berbusa dan berbau busuk.

Penerapan Ecotech Garden?
Penerapan EGA pernah dilakukan di Komplek Perumahan Bumi Asri Padasuka pada tahun 2005. Bertujuan untuk megolah air selokan (grey water) sekaligus memberi kesan dekoratif dalam bentuk tanaman hias air dirumah. Penjelasan lebih lanjut diterangkan di poin dibawah ini.

Keuntungan Ecotech Garden?
Sebagai estetika, memperindah rumah lewat tanaman air.
Mengurangi pencemaran sungai, karena zat-zat tercemar seperti BOD, total-N dan total P diserap oleh tanaman.
Dapat menurunkan bau, dengan indicator kadar ammonia sebesar 50%
Tidak memerlukan biaya operasional yang mahal karena pengaliran air kotor menggunakan gaya gravitasi, tanpa bantuan pompa.
Dapat menambah pendapatan dari penjualan bibit bunga yang dihasilkan.
Air sisa olahan dapat digunakan kembali, salah satunya untuk mengairi kolam ikan.
Tanaman air yang digunakan pun beraneka, tidak harus membeli yang mahal. Saya sendiri memakai eceng gondok dan apu-apu. Ketika tanaman mulai tumbuh banyak, saya berikan ke ikan lele dan disadari atau tidak ternyata ikan-ikan tersebut menyukainya.

Bagaimana prinsip kerjanya?
Seperti yang saya kutip dari puslibang sumber daya air EGA memanfaatkan kerja Rizosphere (perakaran tanaman). Dimana perakaran tanaman mendapat pasokan oksigen dari dari daun yang nantinya mampu  untuk meningkatkan mikroorganisme sekitar 10-100 kali lebih banyak. Tentu hal ini membantu menyerap bahan cemar dari air limbah yang diolah. Artikel web ini juga menyebutkan terdapat berbagai unsur pencemar dalam air selokan:
BOD air limbah diturunkan melalui proses oksidasi dan reduksi
Ammonium (NH4N), dioksifasi oleh bakteri autotroph pada rizosphere menjadi nitrat kemudian nitrit, hingga akhirnya diubah menjadi gas N2.
Fosfat diikat oleh keloid Fe, Ca dan Al yang ada dalam tanah pada kondisi terdapat oksigen, oksidasi oleh rizosphere dapat mengurangi keracunan tumbuhan akibat gas H2S dan mengurangi Fe dan Mn dari limbah.

Ternyata saya lebih dulu menerapkan teknologi Ecotech Garden ini. Walau belum dinamai, dan dipublikasikan. Maklum anak umur 10 tahun belum tahu apa-apa mengenai dunia sains secara teoritikal yang luas. Yang di tahu Cuma mencoba memberikan eceng gondok di saluran pembuangan, supaya baunya tidak menyebar kemana-mana. Dan juga agar lele yang dibeli di pasar tidak mati karena kebanyakan polusi di air yang cukup beringas. 

Harapan saya adalah semoga prinsip yang diterapkan dalam Ecotech Garden dapat dikenal masyarakat luas. Kalau kakak beradik umur 10 tahun saja tahu, apalagi orang dewasa. Dan kalau masih ada orang dewasa yang menyalurkan air comberannya di sungai, itu namanya malu-maluin. Termasuk tetangga saya sebelah hehe.

Sekian, terimakasih dan sampai jumpa.

Sumber:
 http://litbang.pu.go.id/ega-ecotech-garden.balitbang.pu.go.id



Dalam beberapa minggu ini, bagiku adalah minggu-minggu tergelap dalam hidupku. Khawatir, lemas, takut menjadi santapan sehari-hari selama beberapa minggu terakhir. Akhirnya serentetan kegagalan selalu tidak pernah lepas dari hidupku. Membuatku putus asa dan berharap ada setitik cahaya atau hal yang menyenangkan untuk mengatasi penat yang kuderita.

Segala yang kualami hanyalah membuat penyakit psikosomatis dalam hidup ini. Adakah hari yang baik bagiku?

Sejenak ku melupakan segala permasalahanku, mencoba untuk memindahkan beratnya kehidupan dari kepala ini. Mengganti permasalahan dengan solusi hidup yang tepat. Mempercepat segala deadline tugas yang menumpuk setinggi bukit walaupun harus tertatih-tatih untuk menggapainya. Bad day, itulah inti permasalahan yang selalu kuhadapi akhir-akhir ini. Pikiran dan mata yang lelah, membuatku sejenak untuk meminum Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak. Menyeduhnya dengan air panas, dan terasa aroma kopinya yang harum. Membuat orang untuk melupakan sejenak masalah hidup.

Kopi Instan &Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak menemani kegagalan dan kekalahanku hari ini. Mengubah sesuatu yang Bad Day menjadi Good Day. Tentu ada maksud sendiri kenapa dinamai kopi good day. Membuat segala sesuatu yang berjalan buruk berubah menjadi baik adalah harapan pembuat kopi. Dengan efek relaksasi yang dipunya setiap bungkus, menjadikan orang yang meminumnya memproklamasikan diri dari sesuatu yang bernama Bad Day.

Saya sudah meminum kopi ini sejak dua tahun yang lalu ketika saya mulai menjadi mahasiswa. Memang perjalanan menjadi mahasiswa juga sulit, kopi ini menjadi penyemangat hidup ketika hari-hari gelap dating. Termasuk hari ini. Sejenak melupakan masalah hidup dengan cara yang halal. Menyeruput kopi hangat di sore hari yang sedikit mendung.

Terkadang menyeruput Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak sembari melihat matahari dibalik awan membuatku terkadang memikirkan filosofi baru. Memikirkan biji kopi yang tadinya keras dan pahit, kini berubah menjadi minuman yang manis dan menghangatkan tubuhku. Begitu pula dengan kegagalan atau semua problema yang harus dihadapi anak manusia, suatu saat akan larut dalam hempasan waktu yang terus berjalan. Serta ketika melihat sinar-sinar yang menyembul dari balik awan menunjukkan bahwa setidaknya masih ada harapan untuk hari esok. Tidak peduli seberapa berat hari-hari yang harus dilalui setiap orang.

Meminum secangkir KopiInstan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak telah membawaku menemukan arti kehidupanku yang telah lama tertinggal dalam hati sanubaru anak manusia sepertiku. Sebuah kegagalan akan berlalu karena ada begitu banyak ujian yang kita dapati esok hari. Sebuah kegagalan seharusnya tidak meruntuhkan arti hidup. Sebuah kegagalan tidak seharusnya membuat kita menyerah dan mundur dari kehidupan. Sebuah kegagalan tidak boleh menyurutkan niat seseorang untuk berusaha.


Hidup memang seperti secangkir Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Buatlah hari-hari setiap hari menjadi good day walau itu susah, tapi jangan dibuat susah. Mungkin kita tidak akan pernah menjadi sempurna seperti yang diinginkan. Ingat senikmat apapun kopi, semua harus diselingi dengan ampas yang terkadang mengganggu. Begitulah hidup, hidup dalam secangkir Kopi Instan & CappucinoGood Day, kopi paling enak. Untuk menikmati kehidupan yang nyaman di esok hari mengharuskan kita untuk menerima yang pahit-pahit terlebih dahulu. Manis kemudian.

Ada sesuatu yang manis dari secangkir kopi dan ada harapan untuk setiap kehidupan yang dilewati. Ada hari-hari yang Good Day dibalik hari-hari yang Bad Day.


Tetapi yang pasti buat hari-hari seperti Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul yang paling enak.



Banyak orang menilai, bahwa rumah sakit hijau merupakan rumah sakit dimana disetiap jengkal lahannya terdapat tanaman dalam usaha mengurangi pengapnya suasana rumah sakit. Memang bukan anggapan yang salah, hanya saja perlu disempurnakan untuk maksud yang lebih baik mengenai konsep rumah sakit hijau. Akhir-akhir ini banyak rumah sakit yang mendengungkan rumah sakit berwawasan lingkungan sejak isu pemanasan global menjadi perhatian utama penyebab berbagai bencana alam di bumi ini. Kesehatan menjadi salah satu dampak terjadinya pemanasan global. Ditambah penggunaan energi fosil yang terus meningkat di abad 21, sehingga penghematan besar-besaran mulai digalakkan.



Memang benar bahwa salah satu upaya mewujudkan adanya konsep rumah sakit hijau dengan menggalakkan penanaman setiap jengkal tanah yang tidak terpakai dirumah sakit. Dengan harapan pasien dapat merasa betah dan nyaman akan suasana rumah sakit yang indah. Hijaunya tanaman setidaknya sebagai pengobat stress karena hampir pasti setiap orang yang datang kerumah sakit mempunyai problema dengan penyakitnya.

Ada banyak kriteria bagaimana rumah sakit dinamakan Green Hospital. WHO sendiri mensyaratkan bahwa rumah sakit hijau perlu melakukan pengurangan konsumsi energi, penggunaan sumber energi alternatif dan pengelolaan limbah secara terpadu. Sedangkan dalam seminar Green Hospital tanggal 27 September 2012 mensyaratkan bahwa lokasi rumah sakit mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan disekitarnya, efisiensi dalam penggunaan air, energi dan mampu meminimalisir polusi udara, penggunaan bangunan dan sumber daya lainnya yang bisa didaur ulang, memiliki kualitas ventilasi yang cukup dan tidak menggunakan material berbahaya. Selain itu rumah sakit harus bisa menyediakan makanan yang sehar bagi pasien maupun petugas kesehatan, memberikan pendidikan konsep green hospital mengurangi penggunaan zat toksik. Ada juga yang mensyaratkan untuk menggunakan produk pembersih atau desinfektan yang tidak berbahaya serta yang  tersedianya area hijau.

Banyak sekali kriteria yang diberikan untuk membangun green hospital. Dengan banyaknya kriteria seperti ini bisakah Indonesia menyediakan green hospital?

Mungkin bagi rumah sakit swasta dengan pendapatan tinggi, green hospital tidak menjadi masalah. Mengingat pelayanan rumah sakit swasta sudah seperti hotel berbintang. Segala pelayanan tersedia tergantung bill yang diinginkan oleh pasien. Pasien dirumah sakit swasta tentu akan sangat betah tinggal, karena didukung lingkungan yang sangat nyaman dan bersih.

Berbanding terbalik keadaannya dengan rumah sakit milik pemerintah. Dengan mengandalkan pendapatan dari daerah, sedikit sulit rumah sakit untuk menghidupi dirinya sendiri. Apalagi jika sudah dipolitisasi dengan slogan kesehatan gratis untuk masyarakat demi pemilihan umum. Ditambah lagi membludaknya masyarakat yang membutuhkan pengobatan murah sehingga pihak rumah sakit akan lebih fokus untuk pelayanan kesehatan daripada berhenti sejenak dan mulai mengembangkan bangunan ramah lingkungan. Masalah akan timbul lagi jika masyarakat tidak ikut serta dalam menjaga kebersihan saat dirumah sakit. Rumah sakit seolah-olah menjadi TPS kedua, dan akhirnya menyebabkan penyakit bagi pasien yang datang. Akhirnya pasien bertambah banyak. Banyaknya masyarakat yang dirawat dirumah sakit tidak hanya membuat biaya pengobatan membengkak tetapi juga pembuangan besar-besaran air, energi dan limbah rumah sakit. Tidak heran jika green hospital menjadi harapan pemerintah tahun 2020, karena dalam beberapa hal mempunyai keuntungan dalam menghemat anggaran pengelolaaan rumah sakit bulanan.

Green hospital atau rumah sakit hijau memang tidak semata hanya menanam pohon disekitar rumah sakit, tetapi juga penggunaan resource yang ada secara tepat guna. Salah satunya adalah merencanakan sedari awal bangunan hijau guna rumah sakit meliputi perancangan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan yang perlu memperhatikan aspek lingkungan. Pembuatan konsep bangunan ramah lingkungan biasanya membutuhkan biaya yang banyak, mengingat keterbatasan ahli yang ada. Kemudian dari sisi konstruksi gedung yang berbeda dengan kebanyakan gedung konvensional lainnya. Selain itu pemilihan bahan atau material yang non toksik menjadi pemilihan utama dalam pembangunan rumah sakit hijau. Dalam hal ini juga perlu dipertimbangkan untuk memilih material yang bebas dari emisi dan tahan terhadap kelembaban untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Kemudian perlu juga mendesain ventilasi udara dan pencahayaan untuk mengurangi biaya penggunaan AC dan lampu yang merupakan syarat green hospital. Yang terakhir perlunya membangun system pengelolaan limbah terpadu, mengingat banyaknya barang sekali pakai yang harus digunakan dirumah sakit. Sedangkan dalam membangun green hospital perlu kaidah reduce, recycle dan recovery.

Mewujudkan terbentuknya green hospital sebenarnya bukan hanya peran dari pemerintah dan pihak manajemen rumah sakit saja, tetapi juga diperlukan peran aktif dari masyarakat. Mengingat bahwa rumah sakit merupakan milik masyarakat luas yang digunakan untuk pelayanan kesehatan, hendaknya pemerintah juga melakukan sosialisasi mengenai  kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat kepada rumah sakit, tidak hanya memandangnya sebagai obyek untuk orang sakit tetapi menganggapnya sebagai kepunyaan bersama sehingga harus dipelihara. Mungkin dengan cara inilah Green Hospital dapat diwujudkan

Pada prinsipnya, rumah sakit dimasa mendatang  perlu dilakukan pengelolaan secara baik dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, ekologi dan sosial sehingga prinsip pemenuhan konsep pembangunan kesehatan terpenuhi dan rumah sakit ikut berperan dalam meminimalisasi dampak perubahan iklim serta mengurangi emisi karbon yang dihasilkan seperti slogan WHO: Healthy Hospital, Healthy Planet dan Healthy People (Addressing Climate Change in Health Care Settings).





Dalam satu dekade ini perkembangan dunia teknologi informasi meningkat dengan sangat cepat. Mulai dari handphone hingga laptop, sekarang menggunakan teknologi yang luar biasa hebatnya. Yang paling ngetren saat ini adalah ultrabook dan tablet. Kedua jenis piranti ini menunjukkan taringnya sebagai salah satu penemuan besar di awal abad 21 ini. Dengan ketipisannya, ultrabook menjadi pilihan bagi mereka yang harus mempunyai mobilitas tinggi dalam kehidupan mereka. Sedangkan tablet, yang awalnya untuk pengguna kantoran, sekarang menjadi peralatan multimedia paling dicari disaentero jagad IT.



Berkembangnya kedua piranti ini telah membuka ide besar baru dalam dunia teknologi informasi, yaitu dengan konsep penggabungan kedua alat ini. Maka jadilah hibridasi keduanya, salah satu yang paling fenomenal adalah Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook yang baru dirilis bulan kemarin. Menggabungkan teknologi ultrabook dan tablet, menjadikannya perangkat yang sangat multiguna dan efisien. Sepertinya Acer telah mampu menjawab kebutuhan orang saat ini, dengan menghadirkan perangkat sentuh seperti tablet dan kemampuan mengetik seperti notebook saat bekerja. Memang selayaknya disebut Hybrid Ultrabook.








Secara sekilas melihatnya, hybrid ultrabook ini merupakan perangkat yang ramping dengan berat hanya 0,97 kg saat posisi tablet dan berdimensi 190.77 (W) x 295,4 (D) x 9.95/10.15. Dihadirkan dengan dua pilihan prosesor yaitu Intel Core i3 dan Core i5, menjadikannya ultrabook hybrid yang bertenaga. Apalagi ditambah dengan baterai hemat daya dan storage SSD menjadikannya perangkat dengan mobilitas tinggi. Untuk konektivitas sudah termasuk lengkap dengan adanya Acer InviLing Nplify WiFi 802.11a/b/g/n dan Bluetooth 4.0, kemudian tersedia juga port USB 3.0 dan Micro HDMI. Dengan layar sebesar 11,6” dengan resolusi 1366x766 dilengkapi dengan panel IPS memberikan warna yang lebih indah seperti aslinya. Selain itu Acer Asspire P3 mendukung 10 poing multitouch yang dapat digunakan hingga 10 jari sekaligus. Masih ada lagi, yaitu dengan tambahan dua buah kamera, yang depan dapat digunakan sebagai video conference secara mumpuni sedangkan yang kedua berkaliber 5 MP mampu memberikan resolusi gambar yang maksimal dan dengan hasil yang sangat memuaskan. Untuk kebutuhan bermusik, dimanjakan dengan dua speaker yang telah memperoleh sertifikasi Dolby Home Theater V4 sehingga mampu menghadirkan suara yang sangat jernih.


Dengan fitur dan performa maksimal yang ditawarkan oleh Acer Aspire P3, sudah selayaknya untuk tidak membawa notebook dan tablet sekaligus. Acer Aspire P3 sudah menyediakan keduanya, bisa menjadi tablet dan notebook sekaligus. Dengan tambahan sistem operasi Windows 8 dengan berbagai komponen canggih didalamnya Acer Aspire P3 sepertinya sudah mampu untuk menjawab kebutuhan orang saat ini. Apalagi dalam paket penjualannya disertakan dengan aplikasi Virtual DJ berisi stem DJ Tiesto sehingga pengguna dapat nge-mix layaknya DJ terkenal Tiesto.

Dalam video yang disediakan Acer ditampilkan seorang asisten DJ Tiesto. Vernon adalah seorang kelihatannya agak dianggap remeh oleh banyak orang di diskotik itu. Tapi dia mempunyai kemauan untuk menjadi DJ juga. Hingga akhirnya ketika teknologi yang ia butuhkan untuk mewujudkan itu semua tersedia, dia tampil menggebrak dengan teknologi Acer Aspire P3-nya guna mewujudkan keinginannya. Setidaknya teknologi yang dia dapat dari perangkatnya bisa menyediakannya. Selain bekerja sebagai asisten yang sehari-hari berkutat pada pekerjaan, Vernon mampu bermain DJ secara professional hanya dengan ultrabooknya yang dialih fungsikan sebagai tablet dan berfungsi layaknya DJ sungguhan.

Passion saya memang bukan bermusik, apalagi DJ. Secara terus terang saya memang tidak terlalu menyukai musik nge-mix. Setidaknya saya mempuanyai beberapa passion tersembunyi dalam setiap hari dalam melangkah yang hanya bisa diwujudkan dengan teknologi saat ini. Karena saya masih mahasiswa dan banyak ilmu yang harus ditambah mumpung masih muda. Dari beberapa kemudahan teknologi yang membantu mengembangkan passion yang saat ini ada pada saya, setelah beberapa semester berlalu akhirnya ada juga yang nyantol dikepala saya. Kedua teknologi ini tidak bisa lepas sebagai kehidupan saya guna mewujudkan passion saya. Memang hanya sedikit hubungannya dengan peran saya sebagai mahasiswa. Hanya saja di masa depan nanti, pasti ada orang-orang akan membutuhkannya baik sebagai hobi, pekerjaan atau bahkan dalam berkarya ditengah lingkungan masyarakat. Dua teknologi dalam bidang IT terkini yang tidak pernah lepas dari laptop saya adalah software pengolah gambar Adobe Photoshop dan software guna belajar bahasa asing Rosetta Stone.

Di duia ini siapa yang tidak kenal Adobe Photoshop. Adobe Photoshop atau yang lebih sering dipanggil Photoshop saja merupakan salah satu perangkat lunak yang mendunia. perangkat lunak ini dikhusukan untuk pengeditan gambar/foto. Adobe Photoshop dianggap sebagai pemimpin pasar pengolah gambar dan foto. Dimulai dari passion milik Thomas Knoll pada tahun 1987 yang merupakan seorang mahasiswa Universitas Michigan yang ingin menampilkan gambar pada computer layar monokromnya, sekarang menjadi salah satu software pengolah gambar terbaik dunia. Maka tidak heran banyak orang berrlomba-lomba untuk belajar tentang Photoshop, termasuk saya. Photoshop telah menjadi bagian kehidupan seseorang sehari-hari, entah disadari atau tidak. Mungkin kita tidak sadar bahwa banyak iklan-iklan, brosur, poster, billboard dan sebagainya salah satunya mungkin dibuat dengan menggunakan program Photoshop. Tak heran jika saya pun tertarik untuk menggunakan software ini. Setidaknya saya bisa menggunakan bakat saya bidang seni visual dengan software ini. Walaupun bukan ahli seni lukis, software ini membantu segalanya. Karena tidak perlu repot-repot menggambar, yang diperlukan hanyalah bermodal foto.


Dengan sedikit sentuhan seniman amatir seperti saya, setidaknya sudah beberapa gambar indah hasil editan Photoshop dihasilkan. Beberapa waktu lalu terdapat perlombaan mengenai desain grafis, dan hasilnya menang menjadi juara harapan. Tak apalah setidaknya karya saya diakui, bahwa saya juga mempunyai passion yang kuat tentang Adobe Photoshop. Software ini sungguh hebat, kemudahan teknologi yang diberikan dan segala fitur yang ditawarkan sungguh membantu saya dalam mengembangkan passion yang sudah lama terpendam. Sudah selayaknya membangunkan raksasa talenta yang ada dengan kemudahan teknologi yang ada saat ini, apa lagi jika Acer Aspire P3 menemani. Akan tetapi Netbook mungil Acer Aspire One 725 yang saya punya kadang-kadang not enough memory jika harus menggunakan brush dengan ukuran besar. Seharusnya memang tidak menjadi masalah sebab yang terpenting harus terus move on walau dengan laptop kecil sekalipun. Dibawah ini merupakan gambar buatan saya. Mengambil tema lokal dengan sedikit sentuhan teknologi sudah cukup untuk membawa hadiah pemenang harapan. Yeah tentu kedepannya harus dikembangkan lagi dengan teknologi yang lebih baik.


Tidak lupa sebagai mahasiswa saya juga harus bisa fasih dalam bahasa asing. Mungkin di suatu hari nanti bahasa asing akan mengambil peran yang sangat besar dalam membantu peranku sebagai mahasiswa. Karena keterbatasan dana dan waktu yang tersedia, maka saya tidak pernah mengambil kursus bahasa asing. Apalagi sejak tersedianya software Rosetta Stone saat ini. Perangkat lunak ini tidak kalah hebatnya dengan Adobe Photoshop. Rosetta Stone sangat berguna bagi saya karena software ini menyediakan seperangkat pemrograman untuk belajar bahasa asing dengan mudah dan menyenangkan. Bahkan banyak lembaga menggunakan software ini antaralain NASA, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Wall Street dan lebih dari seratus ribu sekolah diseluruh dunia.



Tidak seperti buku atau video, Rosetta Stone mengutamakan interaksi dalam proses belajar. Perlengkapan teknologi yang tersedia saat ini sungguh membantu dalam belajar melalui Rosetta Stone. Dengan proses belajar yang dinamakan Dynamic Immersion dan teknologi computer yang sangat berkembang menjadikannya software powerful yang membantu mengembangkan passion saya saat ini. Sebagai mahasiswa kalau tidak menguasai bahasa asing, tentu akan tertinggal di dunia kerja nantinya. Setidaknya hal ini sangat saya sukai, bisa belajar khasanah bahasa diseluruh dunia. Akan lebih baik jika suatu saat nanti bisa berinteraksi dengan mereka semua. Menggunakan semua potensi yang dimiliki, mengembangkan passion ini dengan teknologi computer dan software Rosetta Stone. Passion yang kukembangkan ini bisa menjadi sangat bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain yang membutuhkan.


Vernon telah mampu membuktikan ditengah kesibukannya menjadi asisten DJ Tiesto, dia tetap dapat menyalurkan hobi dan passionnya yang terpendam lewat Acer Aspire P3. Saya masih bisa melanjutkan passion saya lewat Netbook Acer Aspire One 725, walaupun terkadang menjadi masalah ketika harus melakukan beberapa tugas yang butuh spesifikasi besar. Setidaknya saya tetap bisa bekerja dengan optimal dengan laptop ini, mungkin suatu saat ada hari dimana saya akan ahli dalam menggunakan Adobe Photoshop dan Rosetta Stone. Sepertinya Acer Aspire P3 mampu menjawab kebutuhan passion saya untuk mempelajari dua software dengan teknologi tepat guna diatas. Dengan layar sentuhnya, saya tidak perlu repot-repot menggerakkan mouse, karena sering terjadi kesalahan dalam melakukan seleksi gambar atau menggunakan brush photoshop. Dan dengan dukungan audio Dolby Home Theather V4 akan sangat membantu dalam proses belajar Rosetta Stone yang terutama mengandalkan Speaking dan Listening.

Jika Vernon saja dengan Acer Aspire P3 saja mampu menjadi idola cewek-cewek klub disana, mengapa saya tidak? Menggunakan passion sendiri dibidang seni grafis dan bahasa asing akan menjadi sesuatu passion yang paling berbeda diantara teman-teman sekampus. Memang bukan harapan saya untuk memikat wanita-wanita di kampus. Setidaknya dengan hybrid ultrabook ini mampu memenuhi kebutuhan dalam hal komputasi, dimana teknologi dapat mewujudkan passion semua orang. Menjadi orang yang professional sepenuhnya untuk mengusasai Adobe Photoshop dan mampu berbahasa asing melalui Rosetta Stone adalah harapan saya kedepannya.


Yang terakhir, tapi bukan untuk terakhir kalinya. Passion saya sebenarnya tidak pernah berhenti disini. Masih banyak yang harus passion yang harus dikembangkan. Ada beberapa software lagi yang menyangkut passion saya antara lain Adobe Illustrator dan Corel Painter. Tapi itu semua membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mewujudkannya, lagipula laptop yang saya punya tidak cukup kuat untuk menjalankan software grafis yang berat.  Setidaknya mengusung teknologi hybrid antara ultrabook dan tablet, sepertinya Acer Aspire P3 mampu menjawab kebutuhan tersebut. Mungkin dengan ini passion saya akan lebih baik  dibanding Vernon yang senang bermain DJ atau malah DJ Tiesto. Well, segala sesuatu bisa saja terjadi.



Dalam keseharian kita sehari-hari, terkadang kita direpotkan dengan masalah kehidupan yang bertubi-tubi menimpa kita. Seolah-olah kita mau memecahkan masalah dengan meledakkan kepala kita. Tidak tahan dengan nyeri psikosomatis yang tiap hari mendera kita. Tidak heran jika banyak orang di era modern ini menderita bukan karena penyakit tetapi karena masalah stres. Banyak orang pergi ke dokter mengeluhkan sakitnya, walaupun dokter terkadang tidak menemukan apapun pada kita. Bahkan menyuruh kita untuk pergi ke psikiater. Bisa dibilang kita sudah overload beban stres.

Cara yang terbaik terkadang adalah dengan sejenak melupakan masalah kita. Bisa dengan rekreasi, meneruskan hobi atau berdoa. Bisa jadi beberapa hal tersebut merupakan salah satu cara memecahkan masalah  kita. Hanya terkadang karena tuntutan waktu, maka tidak ada dari kita yang sempat melakukan hal tersebut. Orang-orang seperti dipenjara didalam kantor atau kamar sempit, ditambah dengan suasananya yang monoton dan membosankan.


Salah satu cara terbaik untuk mengatasi kejenuhan yang terjadi adalah dengan mendengarkan musik. Ada jutaan musik yang beredar didunia saat ini. Mulai dari yang selembut sutra hingga superkeras seperti batu. Setiap orang mempunyai seleranya sendiri dalam mendengarkan musik.

Di dalam berbagai literatur penelitian  disebutkan bahwa musik mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Sebagai contoh, musik dapat meningkatkan suasana hati. Dalam jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa musik favorit dapat membantu mengatasi suasana hati yang buruk. Dalam beberapa hal mendengarkan musik yang dengan nada rendah dapat meningkatkan memori dan kualitas tidur seseorang.

 Salah satu genre musik yang saya sukai adalah musik instrumental dari Kenny G. Kenny G terkenal dengan instrumental saxofonnya yang lembut. Sehingga cocok bagi orang yang dikerubung masalah. Salah satu lagunya yang terkenal adalah The Moment. Entah kenapa di kasih judul the moment. Mungkin saja The Moment sangat cocok didengarkan dalam moment apapun, tidak terlalu melankolis dan tidak terlalu nyeleneh. Alunan suara yang keluar dari saxofonnya sungguh lembut layaknya kita terbuai dalam suasana sejuk. Bagi saya lagu ini dapat menenangkan pikiran ketika saya tertimpa masalah.

Sebenarnya tidak hanya itu saja musik instrumental yang terkenal dari Kenny G. ada banyak judul lagu lain yang tak kalah asyik. Misalnya My Heart Will Go On-nya mengingatkan kita akan kisah romantis dalam film Titanic. Mungkin akan membantu kita untuk bersifat romantis kepada pacar kita, karena masalah pacaran menjadi salah satu masalah pelik. Ada juga lagu Loving You yang membuat kita untuk lebih mencintai orang yang tercinta bagi kita. Sehingga kita tidak mengungkit-ungkit kekurangan kekasih kita. Ketika orang-orang disekitar kita mengatakan bahwa kekasih kita “agak buruk rupa” mungkin sudah layaknya mendengarkan lagu “You’re Beautiful”.

Akhirnya kututup tulisan ini dengan mendendanngkan lagu “Going Home”. Mari pulang dengan perasaan bahagia, seperti halnya saya menyelesaikan tulisan ini waktu di kampus.


Selamat tinggal.