Dalam beberapa minggu ini, bagiku adalah minggu-minggu tergelap dalam hidupku. Khawatir, lemas, takut menjadi santapan sehari-hari selama beberapa minggu terakhir. Akhirnya serentetan kegagalan selalu tidak pernah lepas dari hidupku. Membuatku putus asa dan berharap ada setitik cahaya atau hal yang menyenangkan untuk mengatasi penat yang kuderita.

Segala yang kualami hanyalah membuat penyakit psikosomatis dalam hidup ini. Adakah hari yang baik bagiku?

Sejenak ku melupakan segala permasalahanku, mencoba untuk memindahkan beratnya kehidupan dari kepala ini. Mengganti permasalahan dengan solusi hidup yang tepat. Mempercepat segala deadline tugas yang menumpuk setinggi bukit walaupun harus tertatih-tatih untuk menggapainya. Bad day, itulah inti permasalahan yang selalu kuhadapi akhir-akhir ini. Pikiran dan mata yang lelah, membuatku sejenak untuk meminum Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak. Menyeduhnya dengan air panas, dan terasa aroma kopinya yang harum. Membuat orang untuk melupakan sejenak masalah hidup.

Kopi Instan &Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak menemani kegagalan dan kekalahanku hari ini. Mengubah sesuatu yang Bad Day menjadi Good Day. Tentu ada maksud sendiri kenapa dinamai kopi good day. Membuat segala sesuatu yang berjalan buruk berubah menjadi baik adalah harapan pembuat kopi. Dengan efek relaksasi yang dipunya setiap bungkus, menjadikan orang yang meminumnya memproklamasikan diri dari sesuatu yang bernama Bad Day.

Saya sudah meminum kopi ini sejak dua tahun yang lalu ketika saya mulai menjadi mahasiswa. Memang perjalanan menjadi mahasiswa juga sulit, kopi ini menjadi penyemangat hidup ketika hari-hari gelap dating. Termasuk hari ini. Sejenak melupakan masalah hidup dengan cara yang halal. Menyeruput kopi hangat di sore hari yang sedikit mendung.

Terkadang menyeruput Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak sembari melihat matahari dibalik awan membuatku terkadang memikirkan filosofi baru. Memikirkan biji kopi yang tadinya keras dan pahit, kini berubah menjadi minuman yang manis dan menghangatkan tubuhku. Begitu pula dengan kegagalan atau semua problema yang harus dihadapi anak manusia, suatu saat akan larut dalam hempasan waktu yang terus berjalan. Serta ketika melihat sinar-sinar yang menyembul dari balik awan menunjukkan bahwa setidaknya masih ada harapan untuk hari esok. Tidak peduli seberapa berat hari-hari yang harus dilalui setiap orang.

Meminum secangkir KopiInstan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak telah membawaku menemukan arti kehidupanku yang telah lama tertinggal dalam hati sanubaru anak manusia sepertiku. Sebuah kegagalan akan berlalu karena ada begitu banyak ujian yang kita dapati esok hari. Sebuah kegagalan seharusnya tidak meruntuhkan arti hidup. Sebuah kegagalan tidak seharusnya membuat kita menyerah dan mundur dari kehidupan. Sebuah kegagalan tidak boleh menyurutkan niat seseorang untuk berusaha.


Hidup memang seperti secangkir Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Buatlah hari-hari setiap hari menjadi good day walau itu susah, tapi jangan dibuat susah. Mungkin kita tidak akan pernah menjadi sempurna seperti yang diinginkan. Ingat senikmat apapun kopi, semua harus diselingi dengan ampas yang terkadang mengganggu. Begitulah hidup, hidup dalam secangkir Kopi Instan & CappucinoGood Day, kopi paling enak. Untuk menikmati kehidupan yang nyaman di esok hari mengharuskan kita untuk menerima yang pahit-pahit terlebih dahulu. Manis kemudian.

Ada sesuatu yang manis dari secangkir kopi dan ada harapan untuk setiap kehidupan yang dilewati. Ada hari-hari yang Good Day dibalik hari-hari yang Bad Day.


Tetapi yang pasti buat hari-hari seperti Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul yang paling enak.



Banyak orang menilai, bahwa rumah sakit hijau merupakan rumah sakit dimana disetiap jengkal lahannya terdapat tanaman dalam usaha mengurangi pengapnya suasana rumah sakit. Memang bukan anggapan yang salah, hanya saja perlu disempurnakan untuk maksud yang lebih baik mengenai konsep rumah sakit hijau. Akhir-akhir ini banyak rumah sakit yang mendengungkan rumah sakit berwawasan lingkungan sejak isu pemanasan global menjadi perhatian utama penyebab berbagai bencana alam di bumi ini. Kesehatan menjadi salah satu dampak terjadinya pemanasan global. Ditambah penggunaan energi fosil yang terus meningkat di abad 21, sehingga penghematan besar-besaran mulai digalakkan.



Memang benar bahwa salah satu upaya mewujudkan adanya konsep rumah sakit hijau dengan menggalakkan penanaman setiap jengkal tanah yang tidak terpakai dirumah sakit. Dengan harapan pasien dapat merasa betah dan nyaman akan suasana rumah sakit yang indah. Hijaunya tanaman setidaknya sebagai pengobat stress karena hampir pasti setiap orang yang datang kerumah sakit mempunyai problema dengan penyakitnya.

Ada banyak kriteria bagaimana rumah sakit dinamakan Green Hospital. WHO sendiri mensyaratkan bahwa rumah sakit hijau perlu melakukan pengurangan konsumsi energi, penggunaan sumber energi alternatif dan pengelolaan limbah secara terpadu. Sedangkan dalam seminar Green Hospital tanggal 27 September 2012 mensyaratkan bahwa lokasi rumah sakit mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan disekitarnya, efisiensi dalam penggunaan air, energi dan mampu meminimalisir polusi udara, penggunaan bangunan dan sumber daya lainnya yang bisa didaur ulang, memiliki kualitas ventilasi yang cukup dan tidak menggunakan material berbahaya. Selain itu rumah sakit harus bisa menyediakan makanan yang sehar bagi pasien maupun petugas kesehatan, memberikan pendidikan konsep green hospital mengurangi penggunaan zat toksik. Ada juga yang mensyaratkan untuk menggunakan produk pembersih atau desinfektan yang tidak berbahaya serta yang  tersedianya area hijau.

Banyak sekali kriteria yang diberikan untuk membangun green hospital. Dengan banyaknya kriteria seperti ini bisakah Indonesia menyediakan green hospital?

Mungkin bagi rumah sakit swasta dengan pendapatan tinggi, green hospital tidak menjadi masalah. Mengingat pelayanan rumah sakit swasta sudah seperti hotel berbintang. Segala pelayanan tersedia tergantung bill yang diinginkan oleh pasien. Pasien dirumah sakit swasta tentu akan sangat betah tinggal, karena didukung lingkungan yang sangat nyaman dan bersih.

Berbanding terbalik keadaannya dengan rumah sakit milik pemerintah. Dengan mengandalkan pendapatan dari daerah, sedikit sulit rumah sakit untuk menghidupi dirinya sendiri. Apalagi jika sudah dipolitisasi dengan slogan kesehatan gratis untuk masyarakat demi pemilihan umum. Ditambah lagi membludaknya masyarakat yang membutuhkan pengobatan murah sehingga pihak rumah sakit akan lebih fokus untuk pelayanan kesehatan daripada berhenti sejenak dan mulai mengembangkan bangunan ramah lingkungan. Masalah akan timbul lagi jika masyarakat tidak ikut serta dalam menjaga kebersihan saat dirumah sakit. Rumah sakit seolah-olah menjadi TPS kedua, dan akhirnya menyebabkan penyakit bagi pasien yang datang. Akhirnya pasien bertambah banyak. Banyaknya masyarakat yang dirawat dirumah sakit tidak hanya membuat biaya pengobatan membengkak tetapi juga pembuangan besar-besaran air, energi dan limbah rumah sakit. Tidak heran jika green hospital menjadi harapan pemerintah tahun 2020, karena dalam beberapa hal mempunyai keuntungan dalam menghemat anggaran pengelolaaan rumah sakit bulanan.

Green hospital atau rumah sakit hijau memang tidak semata hanya menanam pohon disekitar rumah sakit, tetapi juga penggunaan resource yang ada secara tepat guna. Salah satunya adalah merencanakan sedari awal bangunan hijau guna rumah sakit meliputi perancangan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan yang perlu memperhatikan aspek lingkungan. Pembuatan konsep bangunan ramah lingkungan biasanya membutuhkan biaya yang banyak, mengingat keterbatasan ahli yang ada. Kemudian dari sisi konstruksi gedung yang berbeda dengan kebanyakan gedung konvensional lainnya. Selain itu pemilihan bahan atau material yang non toksik menjadi pemilihan utama dalam pembangunan rumah sakit hijau. Dalam hal ini juga perlu dipertimbangkan untuk memilih material yang bebas dari emisi dan tahan terhadap kelembaban untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Kemudian perlu juga mendesain ventilasi udara dan pencahayaan untuk mengurangi biaya penggunaan AC dan lampu yang merupakan syarat green hospital. Yang terakhir perlunya membangun system pengelolaan limbah terpadu, mengingat banyaknya barang sekali pakai yang harus digunakan dirumah sakit. Sedangkan dalam membangun green hospital perlu kaidah reduce, recycle dan recovery.

Mewujudkan terbentuknya green hospital sebenarnya bukan hanya peran dari pemerintah dan pihak manajemen rumah sakit saja, tetapi juga diperlukan peran aktif dari masyarakat. Mengingat bahwa rumah sakit merupakan milik masyarakat luas yang digunakan untuk pelayanan kesehatan, hendaknya pemerintah juga melakukan sosialisasi mengenai  kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat kepada rumah sakit, tidak hanya memandangnya sebagai obyek untuk orang sakit tetapi menganggapnya sebagai kepunyaan bersama sehingga harus dipelihara. Mungkin dengan cara inilah Green Hospital dapat diwujudkan

Pada prinsipnya, rumah sakit dimasa mendatang  perlu dilakukan pengelolaan secara baik dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, ekologi dan sosial sehingga prinsip pemenuhan konsep pembangunan kesehatan terpenuhi dan rumah sakit ikut berperan dalam meminimalisasi dampak perubahan iklim serta mengurangi emisi karbon yang dihasilkan seperti slogan WHO: Healthy Hospital, Healthy Planet dan Healthy People (Addressing Climate Change in Health Care Settings).





Dalam satu dekade ini perkembangan dunia teknologi informasi meningkat dengan sangat cepat. Mulai dari handphone hingga laptop, sekarang menggunakan teknologi yang luar biasa hebatnya. Yang paling ngetren saat ini adalah ultrabook dan tablet. Kedua jenis piranti ini menunjukkan taringnya sebagai salah satu penemuan besar di awal abad 21 ini. Dengan ketipisannya, ultrabook menjadi pilihan bagi mereka yang harus mempunyai mobilitas tinggi dalam kehidupan mereka. Sedangkan tablet, yang awalnya untuk pengguna kantoran, sekarang menjadi peralatan multimedia paling dicari disaentero jagad IT.



Berkembangnya kedua piranti ini telah membuka ide besar baru dalam dunia teknologi informasi, yaitu dengan konsep penggabungan kedua alat ini. Maka jadilah hibridasi keduanya, salah satu yang paling fenomenal adalah Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook yang baru dirilis bulan kemarin. Menggabungkan teknologi ultrabook dan tablet, menjadikannya perangkat yang sangat multiguna dan efisien. Sepertinya Acer telah mampu menjawab kebutuhan orang saat ini, dengan menghadirkan perangkat sentuh seperti tablet dan kemampuan mengetik seperti notebook saat bekerja. Memang selayaknya disebut Hybrid Ultrabook.








Secara sekilas melihatnya, hybrid ultrabook ini merupakan perangkat yang ramping dengan berat hanya 0,97 kg saat posisi tablet dan berdimensi 190.77 (W) x 295,4 (D) x 9.95/10.15. Dihadirkan dengan dua pilihan prosesor yaitu Intel Core i3 dan Core i5, menjadikannya ultrabook hybrid yang bertenaga. Apalagi ditambah dengan baterai hemat daya dan storage SSD menjadikannya perangkat dengan mobilitas tinggi. Untuk konektivitas sudah termasuk lengkap dengan adanya Acer InviLing Nplify WiFi 802.11a/b/g/n dan Bluetooth 4.0, kemudian tersedia juga port USB 3.0 dan Micro HDMI. Dengan layar sebesar 11,6” dengan resolusi 1366x766 dilengkapi dengan panel IPS memberikan warna yang lebih indah seperti aslinya. Selain itu Acer Asspire P3 mendukung 10 poing multitouch yang dapat digunakan hingga 10 jari sekaligus. Masih ada lagi, yaitu dengan tambahan dua buah kamera, yang depan dapat digunakan sebagai video conference secara mumpuni sedangkan yang kedua berkaliber 5 MP mampu memberikan resolusi gambar yang maksimal dan dengan hasil yang sangat memuaskan. Untuk kebutuhan bermusik, dimanjakan dengan dua speaker yang telah memperoleh sertifikasi Dolby Home Theater V4 sehingga mampu menghadirkan suara yang sangat jernih.


Dengan fitur dan performa maksimal yang ditawarkan oleh Acer Aspire P3, sudah selayaknya untuk tidak membawa notebook dan tablet sekaligus. Acer Aspire P3 sudah menyediakan keduanya, bisa menjadi tablet dan notebook sekaligus. Dengan tambahan sistem operasi Windows 8 dengan berbagai komponen canggih didalamnya Acer Aspire P3 sepertinya sudah mampu untuk menjawab kebutuhan orang saat ini. Apalagi dalam paket penjualannya disertakan dengan aplikasi Virtual DJ berisi stem DJ Tiesto sehingga pengguna dapat nge-mix layaknya DJ terkenal Tiesto.

Dalam video yang disediakan Acer ditampilkan seorang asisten DJ Tiesto. Vernon adalah seorang kelihatannya agak dianggap remeh oleh banyak orang di diskotik itu. Tapi dia mempunyai kemauan untuk menjadi DJ juga. Hingga akhirnya ketika teknologi yang ia butuhkan untuk mewujudkan itu semua tersedia, dia tampil menggebrak dengan teknologi Acer Aspire P3-nya guna mewujudkan keinginannya. Setidaknya teknologi yang dia dapat dari perangkatnya bisa menyediakannya. Selain bekerja sebagai asisten yang sehari-hari berkutat pada pekerjaan, Vernon mampu bermain DJ secara professional hanya dengan ultrabooknya yang dialih fungsikan sebagai tablet dan berfungsi layaknya DJ sungguhan.

Passion saya memang bukan bermusik, apalagi DJ. Secara terus terang saya memang tidak terlalu menyukai musik nge-mix. Setidaknya saya mempuanyai beberapa passion tersembunyi dalam setiap hari dalam melangkah yang hanya bisa diwujudkan dengan teknologi saat ini. Karena saya masih mahasiswa dan banyak ilmu yang harus ditambah mumpung masih muda. Dari beberapa kemudahan teknologi yang membantu mengembangkan passion yang saat ini ada pada saya, setelah beberapa semester berlalu akhirnya ada juga yang nyantol dikepala saya. Kedua teknologi ini tidak bisa lepas sebagai kehidupan saya guna mewujudkan passion saya. Memang hanya sedikit hubungannya dengan peran saya sebagai mahasiswa. Hanya saja di masa depan nanti, pasti ada orang-orang akan membutuhkannya baik sebagai hobi, pekerjaan atau bahkan dalam berkarya ditengah lingkungan masyarakat. Dua teknologi dalam bidang IT terkini yang tidak pernah lepas dari laptop saya adalah software pengolah gambar Adobe Photoshop dan software guna belajar bahasa asing Rosetta Stone.

Di duia ini siapa yang tidak kenal Adobe Photoshop. Adobe Photoshop atau yang lebih sering dipanggil Photoshop saja merupakan salah satu perangkat lunak yang mendunia. perangkat lunak ini dikhusukan untuk pengeditan gambar/foto. Adobe Photoshop dianggap sebagai pemimpin pasar pengolah gambar dan foto. Dimulai dari passion milik Thomas Knoll pada tahun 1987 yang merupakan seorang mahasiswa Universitas Michigan yang ingin menampilkan gambar pada computer layar monokromnya, sekarang menjadi salah satu software pengolah gambar terbaik dunia. Maka tidak heran banyak orang berrlomba-lomba untuk belajar tentang Photoshop, termasuk saya. Photoshop telah menjadi bagian kehidupan seseorang sehari-hari, entah disadari atau tidak. Mungkin kita tidak sadar bahwa banyak iklan-iklan, brosur, poster, billboard dan sebagainya salah satunya mungkin dibuat dengan menggunakan program Photoshop. Tak heran jika saya pun tertarik untuk menggunakan software ini. Setidaknya saya bisa menggunakan bakat saya bidang seni visual dengan software ini. Walaupun bukan ahli seni lukis, software ini membantu segalanya. Karena tidak perlu repot-repot menggambar, yang diperlukan hanyalah bermodal foto.


Dengan sedikit sentuhan seniman amatir seperti saya, setidaknya sudah beberapa gambar indah hasil editan Photoshop dihasilkan. Beberapa waktu lalu terdapat perlombaan mengenai desain grafis, dan hasilnya menang menjadi juara harapan. Tak apalah setidaknya karya saya diakui, bahwa saya juga mempunyai passion yang kuat tentang Adobe Photoshop. Software ini sungguh hebat, kemudahan teknologi yang diberikan dan segala fitur yang ditawarkan sungguh membantu saya dalam mengembangkan passion yang sudah lama terpendam. Sudah selayaknya membangunkan raksasa talenta yang ada dengan kemudahan teknologi yang ada saat ini, apa lagi jika Acer Aspire P3 menemani. Akan tetapi Netbook mungil Acer Aspire One 725 yang saya punya kadang-kadang not enough memory jika harus menggunakan brush dengan ukuran besar. Seharusnya memang tidak menjadi masalah sebab yang terpenting harus terus move on walau dengan laptop kecil sekalipun. Dibawah ini merupakan gambar buatan saya. Mengambil tema lokal dengan sedikit sentuhan teknologi sudah cukup untuk membawa hadiah pemenang harapan. Yeah tentu kedepannya harus dikembangkan lagi dengan teknologi yang lebih baik.


Tidak lupa sebagai mahasiswa saya juga harus bisa fasih dalam bahasa asing. Mungkin di suatu hari nanti bahasa asing akan mengambil peran yang sangat besar dalam membantu peranku sebagai mahasiswa. Karena keterbatasan dana dan waktu yang tersedia, maka saya tidak pernah mengambil kursus bahasa asing. Apalagi sejak tersedianya software Rosetta Stone saat ini. Perangkat lunak ini tidak kalah hebatnya dengan Adobe Photoshop. Rosetta Stone sangat berguna bagi saya karena software ini menyediakan seperangkat pemrograman untuk belajar bahasa asing dengan mudah dan menyenangkan. Bahkan banyak lembaga menggunakan software ini antaralain NASA, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Wall Street dan lebih dari seratus ribu sekolah diseluruh dunia.



Tidak seperti buku atau video, Rosetta Stone mengutamakan interaksi dalam proses belajar. Perlengkapan teknologi yang tersedia saat ini sungguh membantu dalam belajar melalui Rosetta Stone. Dengan proses belajar yang dinamakan Dynamic Immersion dan teknologi computer yang sangat berkembang menjadikannya software powerful yang membantu mengembangkan passion saya saat ini. Sebagai mahasiswa kalau tidak menguasai bahasa asing, tentu akan tertinggal di dunia kerja nantinya. Setidaknya hal ini sangat saya sukai, bisa belajar khasanah bahasa diseluruh dunia. Akan lebih baik jika suatu saat nanti bisa berinteraksi dengan mereka semua. Menggunakan semua potensi yang dimiliki, mengembangkan passion ini dengan teknologi computer dan software Rosetta Stone. Passion yang kukembangkan ini bisa menjadi sangat bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain yang membutuhkan.


Vernon telah mampu membuktikan ditengah kesibukannya menjadi asisten DJ Tiesto, dia tetap dapat menyalurkan hobi dan passionnya yang terpendam lewat Acer Aspire P3. Saya masih bisa melanjutkan passion saya lewat Netbook Acer Aspire One 725, walaupun terkadang menjadi masalah ketika harus melakukan beberapa tugas yang butuh spesifikasi besar. Setidaknya saya tetap bisa bekerja dengan optimal dengan laptop ini, mungkin suatu saat ada hari dimana saya akan ahli dalam menggunakan Adobe Photoshop dan Rosetta Stone. Sepertinya Acer Aspire P3 mampu menjawab kebutuhan passion saya untuk mempelajari dua software dengan teknologi tepat guna diatas. Dengan layar sentuhnya, saya tidak perlu repot-repot menggerakkan mouse, karena sering terjadi kesalahan dalam melakukan seleksi gambar atau menggunakan brush photoshop. Dan dengan dukungan audio Dolby Home Theather V4 akan sangat membantu dalam proses belajar Rosetta Stone yang terutama mengandalkan Speaking dan Listening.

Jika Vernon saja dengan Acer Aspire P3 saja mampu menjadi idola cewek-cewek klub disana, mengapa saya tidak? Menggunakan passion sendiri dibidang seni grafis dan bahasa asing akan menjadi sesuatu passion yang paling berbeda diantara teman-teman sekampus. Memang bukan harapan saya untuk memikat wanita-wanita di kampus. Setidaknya dengan hybrid ultrabook ini mampu memenuhi kebutuhan dalam hal komputasi, dimana teknologi dapat mewujudkan passion semua orang. Menjadi orang yang professional sepenuhnya untuk mengusasai Adobe Photoshop dan mampu berbahasa asing melalui Rosetta Stone adalah harapan saya kedepannya.


Yang terakhir, tapi bukan untuk terakhir kalinya. Passion saya sebenarnya tidak pernah berhenti disini. Masih banyak yang harus passion yang harus dikembangkan. Ada beberapa software lagi yang menyangkut passion saya antara lain Adobe Illustrator dan Corel Painter. Tapi itu semua membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mewujudkannya, lagipula laptop yang saya punya tidak cukup kuat untuk menjalankan software grafis yang berat.  Setidaknya mengusung teknologi hybrid antara ultrabook dan tablet, sepertinya Acer Aspire P3 mampu menjawab kebutuhan tersebut. Mungkin dengan ini passion saya akan lebih baik  dibanding Vernon yang senang bermain DJ atau malah DJ Tiesto. Well, segala sesuatu bisa saja terjadi.



Dalam keseharian kita sehari-hari, terkadang kita direpotkan dengan masalah kehidupan yang bertubi-tubi menimpa kita. Seolah-olah kita mau memecahkan masalah dengan meledakkan kepala kita. Tidak tahan dengan nyeri psikosomatis yang tiap hari mendera kita. Tidak heran jika banyak orang di era modern ini menderita bukan karena penyakit tetapi karena masalah stres. Banyak orang pergi ke dokter mengeluhkan sakitnya, walaupun dokter terkadang tidak menemukan apapun pada kita. Bahkan menyuruh kita untuk pergi ke psikiater. Bisa dibilang kita sudah overload beban stres.

Cara yang terbaik terkadang adalah dengan sejenak melupakan masalah kita. Bisa dengan rekreasi, meneruskan hobi atau berdoa. Bisa jadi beberapa hal tersebut merupakan salah satu cara memecahkan masalah  kita. Hanya terkadang karena tuntutan waktu, maka tidak ada dari kita yang sempat melakukan hal tersebut. Orang-orang seperti dipenjara didalam kantor atau kamar sempit, ditambah dengan suasananya yang monoton dan membosankan.


Salah satu cara terbaik untuk mengatasi kejenuhan yang terjadi adalah dengan mendengarkan musik. Ada jutaan musik yang beredar didunia saat ini. Mulai dari yang selembut sutra hingga superkeras seperti batu. Setiap orang mempunyai seleranya sendiri dalam mendengarkan musik.

Di dalam berbagai literatur penelitian  disebutkan bahwa musik mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Sebagai contoh, musik dapat meningkatkan suasana hati. Dalam jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa musik favorit dapat membantu mengatasi suasana hati yang buruk. Dalam beberapa hal mendengarkan musik yang dengan nada rendah dapat meningkatkan memori dan kualitas tidur seseorang.

 Salah satu genre musik yang saya sukai adalah musik instrumental dari Kenny G. Kenny G terkenal dengan instrumental saxofonnya yang lembut. Sehingga cocok bagi orang yang dikerubung masalah. Salah satu lagunya yang terkenal adalah The Moment. Entah kenapa di kasih judul the moment. Mungkin saja The Moment sangat cocok didengarkan dalam moment apapun, tidak terlalu melankolis dan tidak terlalu nyeleneh. Alunan suara yang keluar dari saxofonnya sungguh lembut layaknya kita terbuai dalam suasana sejuk. Bagi saya lagu ini dapat menenangkan pikiran ketika saya tertimpa masalah.

Sebenarnya tidak hanya itu saja musik instrumental yang terkenal dari Kenny G. ada banyak judul lagu lain yang tak kalah asyik. Misalnya My Heart Will Go On-nya mengingatkan kita akan kisah romantis dalam film Titanic. Mungkin akan membantu kita untuk bersifat romantis kepada pacar kita, karena masalah pacaran menjadi salah satu masalah pelik. Ada juga lagu Loving You yang membuat kita untuk lebih mencintai orang yang tercinta bagi kita. Sehingga kita tidak mengungkit-ungkit kekurangan kekasih kita. Ketika orang-orang disekitar kita mengatakan bahwa kekasih kita “agak buruk rupa” mungkin sudah layaknya mendengarkan lagu “You’re Beautiful”.

Akhirnya kututup tulisan ini dengan mendendanngkan lagu “Going Home”. Mari pulang dengan perasaan bahagia, seperti halnya saya menyelesaikan tulisan ini waktu di kampus.


Selamat tinggal.


Kita sebagai masyarakat saat ini, terkadang dibingungkan dengan mahalnya biaya kesehatan. Memang begitulah kenyataanya. Kesehatan berarti menyangkut nyawa seseorang. Tentu kita tidak akan membiarkan diri kita larut dalam mahalnya pengobatan saat ini. Sebagai rakyat tentu kita kita mempunyai hak untuk mendapatkan kesehatan yang layak, dan terbuka bagi semua kalangan.  Bahkan kita terkadang nyinyir terhadap  janji para calon pemimpin yang selalu menjanjikan kesehatan yang layak dan murah bagi semua orang. Kesehatan menjadi mengumbar moditas  politik yang paling populer untuk mengumbar janji kepada masyarakat yang dilanda wabah penyakit.


Secara sederhana, kesehatan mempunyai dua sisi yang berbeda. Pertama, kesehatan memang ditujukan untuk masyarakat demi terbentuknya masyarakat yang madani atau yang kedua, menjadi komoditas poliktik dan ekonomi. Mungkin poin yang kedua inilah yang sering digemborkan di media massa saat ini. Dimana banyak rumah sakit atau pusat layanan kesehatan dikatakan tidak menghargai kesehatan manusia. Akibatnya layanan kesehatan menjadi bulan-bulanan masyarakat sehingga fungsinya menjadi pertanyaan.

Membicarakan tentang kesehatan, kita tidak pernah dari sesuatu yang bernama obat. Hampir pasti ketika kita kedokter, bidan, atau mantri, baik keluhannya mulai dari ringan sampai berat pasti diberikan obat. Maka tidak heran jika orang sakit dianalogikan dengan makan obat, sebab biaya makanan dan obat hampir sama. Bahkan jika penyakitnya berat, harga obat seperti harga makanan di restauran bintang lima. Tentu masyarakat kita berharap bahwa obat yang murah dapat dijangkau oleh masyarakat.

Salah satu mekanisme untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan penggunaan Obat Generik Berlogo (OGB). Hampir semua orang sudah pernah mendengar istilah generik. Tetapi tentu OGB, orang akan geleng-geleng kepala. Seolah bertanya pada rumput yang bergoyang mengenai apa arti istilah OGB, supaya tidak ditertawakan dokter atau perawat. Obat Generik Berlogo adalah obat jadi yang menggunakan nama zat khasiatnya sebagai nama obat, sehingga berbeda dengan obat lain yang biasanya namanya sudah dimodif sendiri sesuai nama produsen obat. Mungkin agak sulit untuk membedakan nama obat antara OGB dan obat paten. Karena masyarakat awam masih belum mempunyai pengetahuan mengenai hal ini. Tapi biasanya obat generik menyertakan logo bulat hijau bergaris –garis yang mempunyai makna tertentu.

OGB menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang masih belum dapat menjangkau kesehatan yang mahal saat ini. Sejak digullirkan pemerintah tahun 1989, OGB mulai menjadi dambaan masyarakat. Walaupun sosialisasinya masih sangat terbatas, dan mungkin dianggap kalah bersaing dari obat paten.

Terkadang banyak orang yang menganggap remeh OGB. Ada banyak kalangan yang mengatakan, karena harganya lebih murah, efek terapi tidak sebanding dengan obat paten. Tak heran jika masyarakat terkadang menolak jika disodori obat generik. Padaha itu merupakan anggapan yang salah besar. Obat generik dikenal murah karena tidak perlu membayar royalti ke penemunya. Sebagaimana diketahui, obat generik diproduksi ketika paten penemu sudah habis. Sehingga kandungan obat dan efeknya sama dengan obat paten. Selain itu tidak sembarang produsen yang mampu memproduksinya, setidaknya dibutuhkan syarat tertentu untuk memproduksi OGB. Ditambah lagi pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi bagi OBG, layak mengatur harga BBM.

Banyak hal yang menghambat masuknya OGB bagi masyarakat antara lain distribusi obat yang tidak menjangkau seluruh masyarakat, pengetahuan pasien untuk menanyakan keetersediaan OGB, keraguan dokter atau tenaga medis dalam meresepkan OGB, atau mau mencari keuntungan dengan tidak meresepkan OGB. Mungkin masalah inilah yang sering muncul, mengingat ekonomi negara kita masih kacau semenjak krisis ekonomi melanda negeri ini. Dibandingkan ketersediaan OGB dinegara-negara maju yang sudah mencapai lebih dari 50%, kita masih berkutat diangka setengahnya.

Setidaknya ditengah bidang kesehatan yang menjadi komoditas politik, masih ada harapan untuk menjejakkan langkah untuk sosialisasi OGB. Pemerintah punya kewajiban mengayomi masyarakat dari  mahalnya biaya pengobatan apalagi untuk membeli obat. Sudah selayaknya pemerintah mewajibkan penggunaan OGB di tengah masyarakat. Pemerintah bisa mengatur regulasi tentang peresepan OGB bagi dokter, setidakny setiap melakukan peresepan, dokter dituntut untuk memberikan OGB. Jika hal ini dilanggar, tentu pemerintah bisa mengatur sanksi bagi tenaga medis yang melanggarnya. Selain itu,pemerintah perlu menggencarkan promosi baik dunia nyata dan maya. Berkembangnya internet, media sosial dan berbagai hal didunia maya seharusnya memudahkan pemerintah untuk mensosialsisasikan OGB. Yang paling penting adalah pemerintah mensosialisasikan secara langsung ke sasaran sekunder, seperti pakar kedokteran, perawat, bidan, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat.

Yang terakhir, konsumen yang harus menentukan sendiri nasibnya. Pengetahuan menjadi kunci masyarakat untuk menerima OGB. Masyarakat sudah waktunya bertanya untuk alternatif obat pengganti yang lebih murah. OGB salah satunya. Apabila berobat ke dokter, tanyakan apakah ada obat generiknya. Mengingat kecederungan saat ini, pasien mempunyai hak yang sama dengan dokter dengan kata lain keduanya dianggap setara. Diskusi dokter pasien menjadi keharusan dalam hal ini. Pasien berhak atas informasi yang seluasnya dari dokter. Akan tetapi tidak semua obat tersedia dalam bentuk generik. Untuk itu, sekali lagi peran dokter pasien mempunyai andil besar bagi perkembangan kesehatan masyarakat.

Pemerintah perlu bekerja keras jika menginginkan OGB dapat diketahui masyarakat. Perlu promosi yang terus menerus guna mensosialisasikannya kepada masyarakat. Terakhir, jadilah konsumen cerdas jika ingin mencari pengobatan murah dan berkualitas.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai OGB silahkan kunjungi  www.dexa-medica.com